Dapodik

 

SEKAPUR SIRIH DARI JARDIKNAS

Pengunjung yang budiman,

Selamat datang di Media Jardiknas,
Dinamika Wikinomic yang ditandai oleh semangat saling terbuka, saling konsultasi di dalam kelompok sejenis (peer coaching), saling berbagi (sharing), dan saling bekerja cerdas secara global (global smart working) telah menginspirasi Tim Jardiknas untuk menyediakan layanan berbagi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berbasis Multimedia bagi semua peserta didik, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan pemerhati pendidikan dimana pun berada.
Sebagai salah satu media pembelajaran, Media Jardiknas siap menerima sumbangan media pembelajaran dalam format Video, Audio, Foto, dan Dokumen yang disajikan untuk membantu siswa, mahasiswa, saudara, kerabat, dan keluarga kita yang ingin menambah wawasan, ilmu pengetahuan dan kompetensi yang ingin dikuasainya. Sumbangan sekecil apapun di Media Jardiknas ini tentu akan member manfaat bagi kita semua dan membantu pengurangan disparitas pendidikan di negeri kita ini.
Media Jardiknas ini diujicobakan hingga akhir tahun 2007 dan akan dievaluasi untuk penyempurnaannya di tahun 2008. Sedangkan untuk pengembangan konten e-Learning berbasis multimedia di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota, maka kita dorong sejumlah ICT Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota potensial untuk membangun Sistem Manajemen Konten berbasis Multimedia seperti halnya Media Jardiknas ini di server-server Regional (Provinsi) maupun Lokal (Kabupaten/Kota).
Koreksi, usulan dan saran Anda untuk meningkatkan layanan dan kenyamanan Media Jardiknas ini kita tunggu melalui e-mail: media[at]jardiknas.org.
Terima kasih atas sumbangsih Anda untuk kemajuan Pendidikan Nasional di tanah air.
Salam Jardiknas!
Kepala Biro PKLN Depdiknas,

Dr. Ir. Gatot Hari Priowirjanto

 

HASIL MONITORING DAN EVALUASI ICT JAWA TIMUR

 

I. KONDISI PENGEMBANGAN ICT JARDIKNAS DARI ASPEK MANAJEMEN, PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN, PEMANFAATAN SERTA KEMAMPUAN TEKNIS. 

A. Pengembangan dan Pemanfaatan ICT untuk bidang Manajemen 

            Kondisi Pengembangan dan pemanfaatan ICT untuk bidang manajemen banyak digunakan untuk pengolahan data dan peningkatan kemampuan SDM baik berupa pelatihan-pelatihan maupun perekrutan SDM baru dan outsourching. Sedangkan untuk tingkat kepedulian masih belum sepenuhnya dilakukan demikian pula dengan pengembangan perangkat lunak. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan manajemen dalam pengembangan perangkat lunak masih terbatas. Pengolahan data banyak dilakukan secara manual belum menerapkan pembuatan perangkat lunak dalam pengolahan data untuk pengambilan keputusan.                             

B. Program Perencanaan dan Pengembangan ICT .

            Kondisi aspek perencanaan dan pengembangan ICT lebih dikonsentrasikan pada pembangunan infrastruktur jejaring di lokasi kantor Dinas antar ruang/bagian berupa LAN maupun hotspot dilokasi tertentu serta konektivitas ke ICT center. Selain itu tingkat kepedulian dalam perencanaan dan pengembangan ICT cukup tinggi sebagai contoh dengan menjalin kerjasama dengan pihak lain. Sedangkan untuk pengembangan perangkat lunak masih belum signifikan karena lebih banyak melakukan pengolahan secara manual. 

C. Pemanfaatan ICT untuk saat ini 

            Kondisi aspek pemanfaatan ICT lebih banyak digunakan untuk peningkatan SDM dengan melaksanakan pelatihan/workshop untuk pengolahan data, penggunaan ICT dalam sistem organisasi yang telah terbentuk misalnya penggunaan email dan transaksi data, tingkat kepedulian dalam pemanfaatan ICT nampak dalam hal perawatan infrastruktur ICT. Hal ini dikarenakan jenis pekerjaan yang saat ditangani lebih ditekankan pada kegiatan pengembangan SDM dan perawatan peralatan. Sedangkan untuk pemanfaatan aplikasi pengolahan data masih belum bervariatif, masih sangat tergantung dengan pengembangan dari pusat.

D. Kemampuan Teknis Tim ICT Kota/Kabupaten 

            Kondisi aspek kemampuan teknis lebih terkonsentrasi pada kemampuan pemasangan jejaring yang saat ini menjadi prioritas, kemampuan dan pemahaman infrastruktur ICT dan kemampuan dalam peningkatan kompetensi ICT secara umum serta kemampuan dalam hal pengolahan data. Hal ini sangat erat hubungannya dengan ketersediaan SDM yang menangani jaringan telah tersedia dengan memanfaatkan ICT Center dan mahasiswa PJJ TKJ. Adapun ketersediaan SDM yang menangani perangkat lunak masih sangat terbatas.

II. KONDISI PENGEMBANGAN ICT JARDIKNAS BERDASARKAN PROSENTASE TERTINGGI KAB/KOTA DARI ASPEK MANAJEMEN, PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN, PEMANFAATAN SERTA KEMAMPUAN TEKNIS.

Kondisi perkembangan ICT di 38 kab/kota di Jawa Timur sangat beragam, hal ini digambarkan dengan table sebagai berikut :

A. Prosentase Aspek Manajemen pada Penerapan Bidang ICT

            Kondisi aspek manajemen berdasarkan prosentase tertinggi adalah Kab. Pacitan, hal ini menunjukkan kab/kota diatas telah menerapkan ICT dalam kegiatan manajemen implementasi ICT

B. Prosentase Pemanfaatan ICT            

Kondisi aspek pemanfaatan ICT berdasarkan prosentase tertinggi adalah Kab.Lumajang, hal ini menunjukkan kab/kota diatas telah memanfaatkan ICT dari segi hardware, software, brainware, organoware dan awarness. Data tersebut diatas dapat mewakili daerah yang telah mengoptimalkan peralatan ICT sesuai dengan fungsi dan kegunaannya.

C. Prosentase Kemampuan Teknis

            Kondisi aspek teknis berdasarkan prosentase tertinggi adalah Kota Kediri, hal ini menunjukkan kab/kota diatas telah memiliki kemampuan teknis ICT dalam pengembangan infrastruktur ICT serta dapat mengoptimalkan SDM bidang ICT.

D. Prosentase dalam Perencanaan dan Pengembangan ICT 

            Kondisi aspek rencana dan pengembangan ICT berdasarkan prosentase tertinggi adalah 8 kabupaten/kota yaitu Kab Pacitan, Kota Malang, Kab Kediri, Kota Pasuruan, Kab Ponorogo, Kab Sumenep, Kab Lumajang dan Kab pasuruan; hal ini telah menunjukkan keseriusannya dalam pengembangan ICT baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Pada halaman ini disajikan informasi dari ICT Jatim terkait dengan pelaksanaan Monev yang dilaksanakan pada bulan November 2007

Hasil Monev November 2007

November 26th, 2007 by jatim

Pelaksanaan monev dilakukan tanggal 21 – 24 November 2007. Untuk jawa timur dibagi menjadi 2 kelompok dikarenakan keterbatasan waktu dan banyaknya satker yang ada. kelompok tersebut yaitu surabaya dan malang-jember.  satker di jawa timur sendiri sebanyak 19 buah: 11 surabaya, 1 madura, 5 malang dan 2 jember.Dari hasil kunjungan 4 hari tersebut didaptkan pelaksanaan daya serap sekitar 74 % dari Rp 3.798.847.629.000,00 untuk bulan oktober, Namun angka tersebut masih dapat berubah karena belum seluruhnya data dimasukkan. untuk hasil dari Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur didapatkan hasil sebagai berikut:

  1. APK SD : 110,22 %, APM SD : 97,34 %
  2. APK SMP : 96,84 % APM SD : 76,39 %
  3. Penyerapan Dana Dekon sebesar 82.87 % dari 2.059.276.054,00

untuk upt lain dan universitas/kopertis data yang didapat masih diolah lebih lanjut namun seperti hasil diatas keseluruhan data penyerapan dana masih dikisaran 75 %.

KESIMPULAN UMUM KONDISI ICT JATIM

Dari hasil analisa monev ICT Jatim dapat disimpulkan sebagai berikut :

1.      Aspek Manajemen

Dari 38 kab/kota di Jawa Timur hanya 9 kab/kota yang mencapi 50% keatas atau sekitar 24% yang telah memanage implementasi ICT secara optimal

2.      Aspek Rencana & Pengembangan

Aspek perencanaan dan pengembangan dari 38 kab/kota di Jawa Timur hanya 8 kab/kota yang mencapi 50% keatas atau sekitar 21% yang telah memiliki program pengembangan  di bidang ICT untuk jangka pendek dan jangka panjang

3.      Aspek Teknis

Aspek teknis menunjukkan kemampuan SDM dalam menangani ICT baik berupa hardware maupun software dari 38 kab/kota masih relative rendah, hal ini nampak pada prosentase pencapaian tertinggi 52,16% dan hanya 2 kab/kota yang mencapai diatas 50%.

4.      Aspek Pemanfaatan

Pemanfaatan ICT cukup signifikan yaitu 42% kab/kota yang mencapai 50% keatas tingkat pemanfaatan. Hal ini dikarenakan adanya kegiatan dari pusat dan propinsi yang mengharuskan daerah untuk menindaklanjuti dengan fasilitas pada ICT.

 

Beri tanggapan

Your response: